Metode Instalasi Asli (Windows/Linux)
Metode instalasi MiniOS yang asli melibatkan penyalinan file sistem langsung ke drive dan pemasangan bootloader. Metode ini memberikan fleksibilitas konfigurasi maksimal dan kompatibilitas dengan berbagai jenis media.
⚠️ Catatan: Metode ini hanya berfungsi di Windows dan Linux karena menggunakan bootloader SYSLINUX.
Penting
⚠️ Peringatan: Pemilihan perangkat yang salah akan menyebabkan kehilangan data! Selalu periksa kembali drive yang dipilih dan lakukan backup data penting.
Persyaratan Drive
Ukuran Drive
Lihat Panduan Kompatibilitas Perangkat Keras untuk detail persyaratan sistem dan ukuran drive.
Persyaratan Teknis
- Sistem file: FAT32, NTFS, ext2/3/4, Btrfs
- Skema partisi: MBR
- ⚠️ Booting EFI: Saat menggunakan sistem file NTFS, exFAT, atau ext2/3/4, mode booting EFI mungkin tidak tersedia. Untuk dukungan EFI, disarankan menggunakan FAT32.
Membuat USB Drive Bootable
Langkah 1: Siapkan Drive
Windows:
- Buka "Disk Management" (
Win+R→diskmgmt.msc) - Temukan USB drive → klik kanan → "Delete Volume"
- Klik kanan pada ruang yang belum teralokasi → "New Simple Volume"
- Pilih sistem file: FAT32 (disarankan) atau NTFS
Linux:
# Identify the device
lsblk
# Create new MBR partition table
sudo fdisk /dev/sdX
# In fdisk: o (new table), n (new partition), p (primary), a (bootable), w (write)
# Create file system
sudo mkfs.vfat -F 32 /dev/sdX1 # For FAT32
sudo mkfs.ext4 /dev/sdX1 # For ext4Langkah 2: Ekstrak dan Salin File
Mounting ISO:
Windows:
- Klik kanan file ISO → "Mount"
Linux:
sudo mkdir /mnt/minios-iso
sudo mount -o loop MiniOS.iso /mnt/minios-isoMenyalin File:
- Cari folder
/minios/di ISO yang telah di-mount - Salin seluruh folder
/minios/ke root USB drive
Langkah 3: Instal Bootloader
Arahkan ke folder /minios/boot/ di drive dan jalankan installer:
Windows:
- Jalankan
bootinst.batsebagai administrator
Linux:
cd /media/$USER/*/minios/boot/
chmod +x bootinst.sh
sudo ./bootinst.shPersistensi Perubahan Otomatis
Pada boot pertama, MiniOS akan memeriksa tipe sistem file drive dan mencoba menggunakan mode persistensi perubahan yang optimal:
- ext2/3/4, Btrfs: mencoba menggunakan mode
native(penyimpanan langsung) - FAT32/NTFS: menggunakan mode
dynfilefs(file dinamis) - Jika mode native tidak tersedia, akan otomatis beralih ke dynfilefs
Konfigurasi Parameter (untuk Pengguna Lanjutan)
Jika diperlukan konfigurasi persistensi yang lebih spesifik, parameter boot dapat digunakan:
perchmode=native- Penyimpanan langsung ke partisi (untuk ext4)perchmode=dynfilefs- File yang dapat diperluas secara dinamisperchmode=raw- File dengan ukuran tetapperchsize=8000- Ukuran ruang penyimpanan data dalam MB
Detail ada di parameter boot.